Jumat, 14 April 2017
Forsil sebagai ajang kukuhkan ukhuwah
Selasa, 11 April 2017
Puluhan Mahasiswa STAIPI Bandung Ikuti Launching Buku Bertasbih Bersama Alam
Diksi - Puluhan mahasiswa sekolah tinggi agama islam persis Bandung, mengikuti launching dan bedah buku "Bertasbih Bersama Alam" yang diselenggarakan oleh PK Hima Persis STAIPI, HMJ Ilmu Qur'an tafsir dan Mahapala jirim di kampus STAIPI Bandung, Selasa(11/4).
Kegiatan Launching dan bedah buku yang berjudul "Bertasbih Bersama Alam" ini menghadirkan narasumber diantaranya Dr. Roni Nugraha M.Ag sebagai penulis buku tersebut dan Dr. Nurmawan M.Ag sebagai pembanding
Panitia penyelengara, Yusuf Fahrudin mengungkapkan, bahwa launching dan bedah buku yang diselengarakan ini adalah bukan suatu program, baik dari Mahapala, Ilmu Quran Tafsir maupun PK Hima Persis.
"Sebetulnya kegiatan ini, bukan suatu program apapun baik atas nama Mahapala, Ilmu Quran Tafsir maupun PK Hima Persis. Melainkan ini merupakan bentuk ajakan kami agar bisa merefleksikan diri terhadap ayat-ayat Al-Qur'an ," ungkapnya ketika selesai acara.
Dikatakannya, tujuan dari launching dan bedah buku ini adalah untuk mengingatkan mahasiswa agar bisa lebih meningkatkan lagi dalam hal literasi juga mampu merefleksikan diri terhadap ayat ayat al-quran.
"Adanya launching dan bedah buku ini, kami memberikan wawasan kepada mereka serta memotivasi, agar lebih meningkatkan lagi dalam hal literasi juga mampu membaca realita untuk bisa di refleksikan," jelasnya.
Sementara, ketua PK Hima Persis STAIPI, Amirul muttaqien, Launching dan bedah buku yang dihadiri para mahasiswa ini sebagai bentuk penghargaan terhadap Dr. Roni Nugraha M.ag yang sangat konsisten terhadap penerbitan karya-karyanya.
"Adanya acara ini sangat bagus, tujuan agar para mahasiswa mampu meningkatkan dalam budaya literasi ," pungkasnya. (qaan)
Kamis, 06 April 2017
Jum'at, 7 April 2017,"Ngaliwet" atau bisa disebut makan bersama mahasiswa dengan dosen di selenggarakan di depan lab michroteaching STAIPI Bandung. Acara berlangsung dengan ceria, para mahasiswa saling ajak mengajak, seolah mengamalkan sabda Rasullulah SAW "berilah makan" sebagai tindak lanjut dari "Sebarkan salam dan sambung tali silahturahmi". (qaan)
Senin, 03 April 2017
Campcer bukan sekedar seremonial
Diksi- ketua pelaksana camping ceria (Campcer), Alif Akbar, mengaku akan bertanggung jawab atas acara yang diadakan di Pasir Puncling, Bandung, (2/4).
"Atas nama pribadi saya akan bertanggung jawab mengenai acara ini, jadi selama saya berada di STAIPI, saya tidak akan pernah bosan untuk mengingatkan serta mengajak apa yang telah diimpikan, dan apa yang telah kita harapkan di Campcer ini." Ungkapnya kepada Diksi.
Alif menambahkan, setelah ini dari panitia akan mengadakan konsolidasi kepada dosen atas nama BEM, karena BEM lembaga tertinggi keorganisasian mahasiswa. Setelah berbagai permasalahan dikemas yang sudah di tulis oleh sekretaris BEM.
"Harapan saya sebagai ketua pelaksana Campcer ini, kita semua harus bersinergi, bersatu, bersaudara, berpegang erat, bergandengan tangan, gak peduli latar belakangnya dari UKM atau ormawa apa." Harapnya.
Dia mengatakan, untuk STAIPI yang lebih baik tidak hanya bisa dikerjakan oleh satu HMj, UKM, ormawa, atau akademik yang mengeksekusi nya, melainkan semua elemen harus terlibat dan bersinergi.
"Aku telah meminta izin kepada ketua BEM, jika ada yang arogansi maka biarkan aku yang membikin huru-Hara di organisasi itu, akan aku acak-acak. Pertama mungkin mengingatkan dengan cara yang sedikit keras." Pungkasnya. (Mull)
Jumat, 24 Maret 2017
Diksi, Tak Cukup Bicara.
Oleh : Hasan Savana
Beberapa bulan lalu aku sempat membaca curahan-curahan hati Seno Gumira dalam bukunya "Jika Jurnalisme dibungkam sastra harus bicara" Seno dalam tulisannya menyebutkan kekuatan suatu kata yang tertulis, dimana suatu tulisan itu mampu melintasi zaman, menyebrangi masa. Aku rasa pun demikian, sebuah kata yang tertulis memang mempunyai kekuatan yang sangat besar. Tulisan itu semacam kendaran yang membawa suatu gagasan dan pemikiran.
Ya, kita sekarang bisa mengetahui pemikiran para pendahulu kita melalui tulisan, kita bisa mengetahui sejarah bangsa kita karna tulisan, kita bisa tahu bahwa Al-Gozali adalah seorang sufi juga karna tulisan, kita bisa mengetahui bahwa Plato adalah penganut paham idealis melalui tulisan juga bukan?
Suatu kabar gembira aku dapatkan pada minggu ini, dimana adik-adikku di kampus telah membuat suatu media alternatif yang mewadahi setiap pemikiran dan kreatifitas mereka. DIKSI, demikianlah nama medianya, dengan slogan "bercengkrama dengan kata" menunjukan bahwa Diksi ini merupakan suatu komunitas yang selalu bercengkrama dengan kata, bermain dengan kata, dan dekat dengan kata, lebih tepatnya komunitas ini berfokus pada dunia tulis menulis.
Pramoedia Ananta Toer pernah berkata bahwa, Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
Pada ranah ini, teman-temanku di Diksi merupakan orang-orang yang ingin terus hidup, tidak ingin mati hilang dalam masyarakat dan sejarah, begitu mudah dilupakan. Suatu cita-cita yang agung aku rasa.
Menulis memang perlu, sebagai upaya untuk melakukan suatu perubahan, sebagai upaya untuk menyebarkan idealisme, sebagai upaya untuk mencerdaskan manusia, sebagai upaya untuk menyampaikan kebenaran. Bila kita kaji sejarah para tokoh dunia yang telah memberikan perubahan, mereka pun melakukan hal yang sama dengan kita, mencoba menulis untuk berjuang.
Di Negri kita dahulu ada R.M. Tirto Adhi Suryo seorang pemuda yang begitu energik merintis koran Medan Priayayi sebagai upaya menyadarkan dan mencerdaskan bangsa demi terhapuskannya penjajahan yang dilakukan Belanda. Di India Mahatma Ghandi pun melakukan hal yang sama dengan membuat koran Journal untuk menyebarkan ajaran Ahimsa bagi masyarakat India sebagai upaya perlawanan terhadap penjajahan kolonial Inggris, atau pun dalam sebuah fiksi yang dituliskan oleh Maxim Gorki yang menceritakan seorang ibu tua yang menyusupkan buletin ke gerbong-gerbong pabrik untuk melakukan suatu revolusi besar di Rusia.
Tentu, begitu banyak contoh perjuangan yang diiringi dengan tulisan dalam membangun suatu perubahan. Dan terbukti berhasil, walau mereka mati sebelum menang.
Diksi memang masih dini, tapi aku yakin semangatnya untuk tubuh menjadi dewasa dan matang itu besar. Diksi bukan hanya sekedar permainan kata-kata tanpa makna, lebih dari itu mereka punya tujuan yang mulia.
Purwakarta, 23 maret 2017
Amirul: Optimis Campcer Bawa Perubahan
Diksi - Bidang Acara Camping Ceria (Campcer) optimis bahwa acara yang dirancang beserta panitia akan membawa dampak positif bagi STAIPI kedepannya.
Amirul Muttaqin, selaku ketua bidang acara Campcer menyuarakan mekanisme acara Campcer yang akan diadakan tanggal 1 dan 2 April mendatang. Pada sosialisasi akbar kepada mahasiswa kelas karyawan yang dilakukan di Masjid PP Persatuan Islam, Kampus STAIPI. Jum'at (24/03) siang tadi.
Akan ada 3 Agenda yang diangkat. "Nanti kami akan menyajikan sajian serius yang dibalut keceriaan" ujarnya.
"Pertama, diskusi internal mahasiswa, ngomongin resolusi konflik, problem solving, sama cari solusinya bareng bareng. Kedua, ngomongin aspirasi ke pihak dosen buat konteksnya majuin kampus, solusinya kita cari bareng-bareng juga. Ketiga, bikin satu karya filosofis yang menggambarkan bahwa mahasiswa itu paham dan mengerti ikut acara itu." Katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai ketua PK Hima STAIPI ini menjelaskan bahwasnya acara dibuka terlebih dahulu dengan diskusi-diskusi hangat, baik itu diskusi dengan pihak akademik ataupun sesama aktivis akademik. Lalu disambung dengan kegiatan yang ceria yang akan dihandle oleh pihak PGRA. (qaan)
Recent Posts
Arsip Blog
Comments system
Rekomendasi
-
Jum'at, 7 April 2017,"Ngaliwet" atau bisa disebut makan bersama mahasiswa dengan dosen di selenggarakan di depan lab mi...
-
Laporan : Agus Mulyadi Diksi - Pencetus ide Forum Silaturahmi (forsil) mahasiswa STAIPI Bandung angkatan 2016, Arman Nurhakim Maulana m...
-
Oleh : I. Furqaan Nurzeha Kata-kata menghukum perasaan, membungkam apa yang tak mungkin diungkapkan. Film pendek "Danny boy" ...
-
Laporan : Agus Mulyadi Diksi - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mendelegasikan 12 orang yang terdiri...
-
laporan : Vina Rosalina Effendi Diksi - Presiden mahasiswa beserta Panitia Camping Ceria melakukan kembali sosialisasi kepada mahasiswa...
-
Laporan : I. Furqaan Nurzeha Diksi - ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STAIPI Bandung, Muhammad Zaim Ukhrawi mengatakan, tradisi mahasisw...
-
Laporan: Agus Mulyadi Diksi- ketua pelaksana camping ceria (Campcer), Alif Akbar, mengaku akan bertanggung jawab atas acara yang diadakan...
-
Diksi - Ketua STAPI Bandung saat melakukan pertandingan pembukaan Liga Futsal Mahasiswa di lapangan futsal jalan Cijawura (mul)
-
Photo : Hafizh / STAIPI Sekumpulan mahasiswa sedang bermain bola di halaman kampus STAIPI, tadi pagi. Sepertinya STAIPI harus secepatnya...
-
Laporan : Agus Mulyadi Diksi - Mahasiswa Pecinta Alam (mahapala) ingin menerapkan pola hidup bersih dengan gerakan pungut sampah (GPS)...






