Rabu, 22 Maret 2017

Danny Boy

Oleh : I. Furqaan Nurzeha

Kata-kata menghukum perasaan, membungkam apa yang tak mungkin diungkapkan. Film pendek "Danny boy" hendak membuktikan itu. Film yang disutradari oleh Marek Scrobecki ini, adalah tanyangan terbaik tentang dunia yang bisu --sebuah satire untuk masyarakat demokrasi.
Kebisuan menawarkan dirinya sendiri di tengah dunia yang dianggap kelebihan pendapat: memaparkan gagasan tanpa suara, untuk menimbulkan pembacaan yang cermat dan hati-hati. Fenomenon yang nampak di depan mata sebagaimana adanya lebih penting ketimbang menyusunnya dalam struktur subjek dan predikat.
Sebagaimana layaknya Baraka, "Danny Boy" memulangkan manusia pada fenomena itu sendiri. Animasi yang canggih dan pemilihan suasana yang cermat ditandai oleh keakraban manusia pada benturan-benturan. Berbeda sedikit dengan Baraka atau Samsara yang memotret fenomena riil, kemudian membelah dunia untuk dibandingkan satu sama lain.
Seakan-akan masih berlaku kata-kata Pramoedya:"Dunia ini biasa saja, yang hebat tafsiran-tafsirannya".

https://youtu.be/l89fv5aoUjo
Baca selengkapnya

Presma : Bingung terhadap mahasiswa STAIPI

Laporan : I. Furqaan Nurzeha


Diksi - ketua Badan Eksekutif Mahasiswa STAIPI Bandung, Muhammad Zaim Ukhrawi mengatakan, tradisi mahasiswa seperti kajian sudah sering kami adakan tapi kebanyakan mahasiswa malah kadung dengan situasi yang bersifat formal.

"oleh karna itu kami membuat acara yang di balut dengan nuansa ceria, Camping Ceria, kami sudah buat perencanaan dari mulai susunan acara sampai kamipun minimalisir biaya. Dan respons dari mahasiswa sampai saat ini sedikit sekali hanya ada beberapa saja." Ujarnya (22/3)


orang yang akrab di panggil Owie, mengungkapkan ketika sedang bersosialisasi "saya bingung terhadap apa yang diinginkan oleh mahasiswa STAIPI, diajak kajian hanya beberapa mahasiswa yang merespon, diajak hiburan pun sama. lalu apa yang dinginkan?"
"selama ini apa yang didapatkan ketika ta'aruf yang dimana disanalah terjadi penanaman ideologi. apakah mesti  di lakukan ta'aruf ulang ?" ucap Owie
dengan di adakannya camping ceria ini justru bertujuan ingin mensinergikan antara satu dengan yang lainnya. Tandasnya. (qaan)
Baca selengkapnya

Respons sebagian Mahasiswa terhadap Camping Ceria

laporan : Vina Rosalina Effendi
Diksi -  Presiden mahasiswa beserta Panitia Camping Ceria melakukan kembali sosialisasi kepada mahasiswa setelah kegiatan ujian tengah semester usai, di kampus STAIPI. Tadi siang (22/3)

Dalam sosialisasi nya Presiden mahasiswa Muhammad Zaim Ukhrawi mengungkapkan sebenarnya apa yang diinginkan dari mahasiswa STAIPI? ketika diajak kajian hanya sedikit yang menghadiri dan sekarang kami mengadakan acara yang dibalut dengan nuansa ceria pun hanya sedikit pula yang merespons.

"Sebenarnya dilubuk hati terdalam saya, saya begitu ingin mengikuti kegiatan ini. Tapi, melihat waktu pelaksanaan nya di awal bulan ini yang membuat saya harus berpikir lagi " ujar Ahmad Zaki, Mahasiswa KPI semester 2 ketika ditemui wartawan Diksi.

"Mungkin bagi sebagian mahasiswa lainnya, harga pendaftaran sebesar Rp. 65000 itu merupakan harga yang murah, tapi bagi saya seorang tulang punggung keluarga, ini begitu sulit. Tapi saya akan usahakan lebih giat lagi supaya mengikuti kegiatan ini," lanjutnya.

Diketahui respons dari mahasiswa, yang menjadi kendala terhadap kegiatan camping ceria ini masalah financial yang berbenturan dengan kebutuhan lain.

Berbeda dengan Arman Maulana Nurhakim, Mahasiswa IQT Semester 2 "Saya sangat mendukung adanya acara Camping Ceria. Sebagai mahasiswa harusnya kita sangat merespon. Karena menurut saya, jarang sekali adanya kegiatan seperti ini. Dan memang sangat diperlukan untuk penyatuan frame. Agar bisa lebih memajukan STAIPI juga." (qaan) 



Baca selengkapnya